Cara Buat Kode Billing PPh Final Pengalihan Tanah Bangunan di Coretax

Pajak Penghasilan (PPh) Final atas jual beli tanah dan/atau bangunan merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihak penjual. Sesuai ketentuan yang berlaku, sebelum proses balik nama atau pendaftaran hak dilakukan, PPh Final sebesar 2,5% dari nilai bruto transaksi harus dibayar terlebih dahulu. Kini, proses pembayaran ini dilakukan melalui sistem Coretax DJP Online, sistem administrasi perpajakan terbaru dari Direktorat Jenderal Pajak.

Jika Anda ingin tahu bagaimana cara bayar PPh Final jual beli tanah dan bangunan secara online, berikut ini panduan mudahnya.

Lakukan login terlebih dahulu di https://coretaxdjp.pajak.go.id dengan menggunakan akun PIC Utama atau akun wajib pajak yang akan melakukan pembayaran PPh Final Jual beli tanah bangunan, berikutnya pilih menu Pembayaran dan pilih Layanan Mandiri Kode Billing

Jika yang akan melakukan pembayaran adalah wajib pajak badan usaha pastikan lakukan impersonating ke akun wajib pajak badan terlebih dahulu sehingga muncul keterangan bahwa Your Currently Impersonating wajib pajak xxxx kemudian klik Lanjut

Jika Akan melakukan setoran untuk wajib pajak perorangan maka pastikan muncul tampilan identitas wajib pajak seperti gambar dibawah ini, pastikan identitas wajib pajak sudah benar dan silahkan klik Lanjut

Berikutnya silahkan pilih Kode Jenis Pajak (KJP) dengan kode 411128 dan Kode Jenis Setoran (KJS) dengan kode 108, berikutnya silahkan centang opsi NOP dan silahkan isikan Nomor Objek Pajak di kolom NOP, selanjutnya isi kolom Letak Objek Pajak dengan alamat / letak Tanah atau Bangunannya

Berikutnya silahkan pilih Provinsi, Kota, Kecamatan, Kelurahan sesuai posisi Tanah dan atau Bangunan yang akan dialihkan / dijual dan silahkan klik Lanjut

berikutnya silahkan isi nominal Jumlah PPh yang akan disetorkan (angka 1) dan silahkan klik Unduh Kode Billing (angka 2)

Kode billing PPh Final yang otomatis akan terunduh seperti contoh dibawah ini

Atas kode billing yang sudah berhasil diunduh silahkan cetak dan langsung bayarkan melalui Teller Bank, Kantor Pos atau Mobile Banking dengan memasukkan ID Billing tersebut.

Hot this week

7 Kesalahan Fatal Saat Menjawab SP2DK yang Bisa Membuat Masalah Semakin Panjang

Menerima SP2DK dari kantor pajak sering membuat wajib pajak...

Apakah Accounting Wajib Memiliki SKT untuk Mengurus Pajak Perusahaan?

Di banyak perusahaan, urusan perpajakan sehari-hari justru lebih sering...

Pengusaha Restoran Mendapat SP2DK: Cara Menjelaskan Omzet dan Transaksi Usaha

Menerima SP2DK bagi pengusaha restoran bisa menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi...

SP2DK di Era Coretax: Apa yang Berubah dan Apa yang Harus Dipersiapkan Wajib Pajak?

Bagi banyak wajib pajak, menerima SP2DK (Surat Permintaan Penjelasan...

SP2DK untuk Freelancer dan Pekerja Profesional: Bagaimana Menjelaskan Penghasilan yang Berbeda?

Bagi freelancer dan pekerja profesional, menerima SP2DK bisa terasa...

Topics

7 Kesalahan Fatal Saat Menjawab SP2DK yang Bisa Membuat Masalah Semakin Panjang

Menerima SP2DK dari kantor pajak sering membuat wajib pajak...

Apakah Accounting Wajib Memiliki SKT untuk Mengurus Pajak Perusahaan?

Di banyak perusahaan, urusan perpajakan sehari-hari justru lebih sering...

Pengusaha Restoran Mendapat SP2DK: Cara Menjelaskan Omzet dan Transaksi Usaha

Menerima SP2DK bagi pengusaha restoran bisa menimbulkan banyak pertanyaan. Apalagi...

SP2DK di Era Coretax: Apa yang Berubah dan Apa yang Harus Dipersiapkan Wajib Pajak?

Bagi banyak wajib pajak, menerima SP2DK (Surat Permintaan Penjelasan...

PMK 55 Tahun 2026 vs PMK 111 Tahun 2014: Apa yang Berubah?

Terbitnya PMK Nomor 55 Tahun 2026 tentang Konsultan Pajak...
spot_img

Related Articles

Popular Categories

spot_imgspot_img