Rabu, April 22, 2026
21.2 C
Indonesia

Jangan Sampai Rugi! Ini Biaya yang Boleh dan Tidak Boleh Dikurangkan dari PPh Badan

Banyak pengusaha sibuk mengejar omzet dan laba. Namun, tidak semua memperhatikan cara menghitung pajak dengan benar.

Padahal, Anda bisa menekan beban pajak secara legal jika memahami pengelolaan biaya.

Kesalahan kecil dalam mencatat biaya bisa berdampak besar. Anda bisa membayar pajak lebih tinggi atau bahkan menghadapi koreksi saat pemeriksaan.

- Advertisement -

Karena itu, Anda perlu memahami dengan jelas mana biaya yang bisa mengurangi pajak dan mana yang tidak.

Apa Itu Biaya yang Dapat Dikurangkan?

Dalam perpajakan, Anda hanya bisa mengakui biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.

Biaya tersebut harus membantu Anda mendapatkan, menagih, dan mempertahankan penghasilan.

Jika suatu pengeluaran memenuhi syarat ini, Anda bisa langsung menguranginya dari penghasilan bruto. Dengan begitu, jumlah pajak yang harus Anda bayar akan lebih kecil.

Biaya yang Boleh Dikurangkan dari PPh Badan

Anda bisa memanfaatkan banyak jenis biaya untuk menekan pajak.

Anda dapat memasukkan biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, air, dan sewa kantor. Selain itu, Anda juga bisa mencatat biaya bahan baku dan produksi.

Selanjutnya, Anda bisa mengakui biaya pemasaran seperti iklan dan promosi. Anda juga dapat memasukkan biaya transportasi dan perjalanan dinas selama terkait dengan usaha.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa menghitung penyusutan aset seperti kendaraan, mesin, atau peralatan kerja.

Dengan pencatatan yang rapi, Anda bisa memaksimalkan pengurangan pajak tanpa melanggar aturan.

Biaya yang Tidak Boleh Dikurangkan

Di sisi lain, Anda tidak bisa memasukkan semua pengeluaran sebagai biaya.

Anda tidak boleh mencampurkan pengeluaran pribadi ke dalam laporan usaha. Misalnya, Anda menggunakan uang perusahaan untuk kebutuhan pribadi, maka Anda tidak bisa mengakuinya sebagai biaya.

Selain itu, Anda juga tidak bisa memasukkan biaya yang tidak berkaitan dengan usaha.

Anda juga tidak boleh mengakui denda pajak sebagai biaya. Begitu pula dengan pembagian laba atau dividen.

Jika Anda tidak memiliki bukti transaksi yang jelas, Anda juga sebaiknya tidak memasukkan biaya tersebut.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengusaha

Banyak pengusaha masih mencampur keuangan pribadi dengan bisnis. Akibatnya, mereka memasukkan biaya yang sebenarnya tidak relevan.

Selain itu, sebagian pengusaha tidak menyimpan bukti transaksi dengan baik. Padahal, bukti tersebut sangat penting saat pelaporan.

Ada juga yang menganggap semua pengeluaran bisa mengurangi pajak. Padahal, aturan pajak memiliki batasan yang tegas.

Karena itu, Anda perlu lebih disiplin dalam mencatat dan memahami aturan.

Cara Aman Mengelola Biaya Usaha

Anda bisa mulai dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis.

Setelah itu, Anda perlu mencatat setiap transaksi secara rutin. Jangan lupa untuk menyimpan semua bukti pembayaran.

Selanjutnya, pastikan setiap biaya benar-benar berkaitan dengan kegiatan usaha.

Jika Anda merasa ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli pajak agar tidak mengambil langkah yang salah.

Hot this week

TER PPh 21: Peluang Baru atau Tantangan? Ini yang Perlu Dipahami Wajib Pajak Orang Pribadi

Perubahan cara menghitung pajak sering membuat banyak orang bingung....

Kesalahan Fatal dalam Pemotongan PPh 21 yang Sering Terjadi

Di banyak perusahaan, PPh Pasal 21 sering dianggap sebagai...

Jenis Kode Faktur Pajak Sesuai Aturan Terbaru 2026

Daftar isiApa itu Faktur PajakPoin Penting Faktur PajakApa Itu...

Cara Menghindari Sanksi Pajak: Strategi Aman agar Badan Usaha Tetap Patuh

Banyak pemilik usaha fokus mengembangkan bisnis. Mereka mengejar penjualan,...

Panduan PPN 2026: Cara Hitung, Mekanisme, & Tips Menghindari Denda (Lengkap!)

Wajah perpajakan Indonesia di tahun 2026 telah bertransformasi total...

Topics

TER PPh 21: Peluang Baru atau Tantangan? Ini yang Perlu Dipahami Wajib Pajak Orang Pribadi

Perubahan cara menghitung pajak sering membuat banyak orang bingung....

Kesalahan Fatal dalam Pemotongan PPh 21 yang Sering Terjadi

Di banyak perusahaan, PPh Pasal 21 sering dianggap sebagai...

Jenis Kode Faktur Pajak Sesuai Aturan Terbaru 2026

Daftar isiApa itu Faktur PajakPoin Penting Faktur PajakApa Itu...

Cara Menghindari Sanksi Pajak: Strategi Aman agar Badan Usaha Tetap Patuh

Banyak pemilik usaha fokus mengembangkan bisnis. Mereka mengejar penjualan,...

Panduan PPN 2026: Cara Hitung, Mekanisme, & Tips Menghindari Denda (Lengkap!)

Wajah perpajakan Indonesia di tahun 2026 telah bertransformasi total...

Dapat Hadiah Undian atau Lomba? Begini Cara Hitung Pajaknya agar Tidak Kaget

Cara hitung pajak hadiah undian atau perlombaan penting Anda...

Panduan Lengkap PPh 21 2026: Aturan Terbaru, Tarif TER, dan Tutorial Coretax

Mengapa PPh 21 Tahun 2026 Berbeda? Memasuki tahun 2026, wajah...

Aturan PPN Tanggung Renteng 2026: Cara Setor dan Risiko Bagi Pembeli

Mendapatkan proyek pekerjaan dengan nilai besar pasti menjadi impian...

Related Articles

Popular Categories