Biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto (deductible expense) sering jadi kunci Banyak orang membayar pajak lebih besar dari seharusnya. Penyebabnya sederhana: mereka belum memahami biaya yang boleh dikurangkan dari penghasilan bruto (deductible expense).
Padahal, Anda bisa menekan beban pajak secara legal jika tahu cara memanfaatkan aturan ini.
Artikel ini membantu Anda memahami jenis biaya yang bisa dikurangkan, sekaligus cara mengelolanya agar pajak lebih efisien.
Apa Itu Deductible Expense?
Deductible expense berarti biaya yang Anda kurangkan langsung dari penghasilan bruto sebelum menghitung pajak.
Dengan kata lain, Anda tidak menghitung pajak dari seluruh penghasilan, melainkan dari sisa setelah dikurangi biaya.
Semakin tepat Anda mencatat biaya, semakin kecil pajak yang harus Anda bayar.
Mengapa Anda Perlu Memahaminya?
Pertama, Anda bisa menghemat pajak tanpa melanggar aturan.
Kedua, laporan keuangan Anda menjadi lebih akurat.
Selain itu, Anda bisa melihat kondisi usaha secara lebih nyata.
Karena itu, pemahaman ini bukan sekadar teori, tetapi kebutuhan.
Prinsip Dasar yang Harus Anda Ikuti
Agar suatu biaya bisa Anda kurangkan, pastikan tiga hal berikut:
Biaya tersebut berkaitan langsung dengan usaha atau pekerjaan
Anda benar-benar mengeluarkan biaya tersebut
Anda menyimpan bukti transaksi yang sah
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, Anda tidak bisa memasukkan biaya itu sebagai pengurang pajak.
Jenis Biaya yang Bisa Anda Kurangkan
Sekarang, mari kita bahas jenis biaya yang paling umum.
- Biaya Operasional Usaha
Anda menggunakan biaya ini untuk menjalankan usaha sehari-hari.
Contohnya:
- sewa tempat usaha
- listrik dan air
- gaji karyawan
- Biaya Pembelian Barang
Jika Anda berdagang atau memproduksi barang, Anda pasti mengeluarkan biaya ini.
Contohnya:
- bahan baku
- stok barang dagangan
- Penyusutan Aset
Aset seperti kendaraan dan mesin akan berkurang nilainya seiring waktu.
Anda bisa mencatat penurunan nilai ini sebagai biaya.
- Biaya Transportasi dan Perjalanan
Anda bisa memasukkan biaya perjalanan selama berhubungan dengan usaha.
Misalnya:
- transportasi bisnis
- perjalanan dinas
- Biaya Jasa Profesional
Anda mungkin menggunakan jasa pihak lain untuk mendukung usaha.
Contohnya:
- jasa akuntan
- konsultan pajak
- Bunga Pinjaman Usaha
Jika Anda mengambil pinjaman untuk usaha, Anda bisa mengurangkan bunga pinjamannya.
Biaya yang Tidak Bisa Anda Kurangkan
Sebaliknya, beberapa biaya tidak boleh Anda masukkan.
Contohnya:
- pengeluaran pribadi
- denda pajak
- biaya tanpa bukti
Karena itu, Anda perlu memisahkan keuangan pribadi dan usaha sejak awal.
Contoh Perhitungan Sederhana
Mari kita lihat contoh nyata.
Anda memperoleh penghasilan bruto sebesar Rp200 juta.
Anda mengeluarkan biaya usaha sebesar Rp80 juta.
Artinya, Anda hanya dikenai pajak atas Rp120 juta.
Perhitungan ini menunjukkan betapa pentingnya pencatatan biaya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak orang masih melakukan kesalahan yang sama.
Mereka mencampur pengeluaran pribadi dengan usaha.
Mereka lupa menyimpan bukti transaksi.
Bahkan, mereka memasukkan biaya yang tidak relevan.
Kesalahan ini bisa memicu masalah saat pemeriksaan pajak.
Tips Agar Anda Lebih Optimal
Agar Anda bisa memanfaatkan deductible expense secara maksimal, lakukan langkah berikut:
- Catat setiap pengeluaran secara rutin
- Simpan bukti transaksi dalam bentuk digital
- Pastikan setiap biaya memiliki hubungan dengan usaha
Dengan kebiasaan ini, Anda bisa mengelola pajak dengan lebih aman.
Dampaknya untuk Bisnis Anda
Pengelolaan biaya yang baik tidak hanya menekan pajak.
Anda juga bisa memahami arus keuangan dengan lebih jelas.
Selain itu, Anda bisa mengambil keputusan bisnis dengan lebih percaya diri.
Dengan kata lain, manfaatnya tidak hanya terasa saat bayar pajak.





