Senin, April 27, 2026
24.3 C
Indonesia

Perbedaan PPh 22, 23, 25, dan 29: Panduan Praktis agar Tidak Salah Paham

Banyak wajib pajak sering merasa bingung ketika mendengar istilah PPh Pasal 22, 23, 25, dan 29. Angkanya mirip, tetapi fungsinya berbeda.

Tidak sedikit yang tertukar saat menghitung atau melaporkan pajak. Padahal, kesalahan kecil bisa berdampak pada administrasi hingga potensi sanksi.

Agar tidak salah langkah, Anda perlu memahami perbedaan masing-masing jenis PPh ini dengan cara yang sederhana.

- Advertisement -

PPh Pasal 22: Pajak dari Kegiatan Perdagangan Tertentu

PPh 22 berkaitan dengan kegiatan perdagangan barang.

Biasanya, pihak tertentu seperti:

  • importir
  • badan usaha tertentu
  • atau instansi pemerintah

akan memungut pajak ini saat transaksi terjadi.

Contohnya, ketika Anda mengimpor barang, pihak bea cukai akan langsung memungut PPh 22. Jadi, pajak ini muncul di awal transaksi.

PPh Pasal 23: Pajak atas Jasa dan Penghasilan Tertentu

Berbeda dengan PPh 22, PPh 23 dikenakan atas penghasilan dari jasa atau transaksi tertentu.

Misalnya:

  • jasa konsultan
  • jasa sewa
  • jasa teknik
  • jasa manajemen

Saat Anda membayar jasa tersebut, Anda harus memotong pajaknya terlebih dahulu sebelum membayar ke pihak penerima.

Artinya, PPh 23 berfokus pada penghasilan dari jasa, bukan barang.

PPh Pasal 25: Angsuran Pajak Setiap Bulan

PPh 25 berfungsi sebagai cicilan pajak.

Anda membayar pajak ini setiap bulan sebagai angsuran dari kewajiban pajak tahunan.

Besarnya angsuran biasanya mengacu pada pajak tahun sebelumnya.

Dengan sistem ini, Anda tidak perlu membayar pajak dalam jumlah besar sekaligus di akhir tahun.

PPh Pasal 29: Kekurangan Pajak di Akhir Tahun

PPh 29 muncul ketika Anda masih memiliki kekurangan pajak setelah menghitung kewajiban tahunan.

Setelah Anda melaporkan SPT Tahunan, sistem akan menunjukkan apakah Anda masih kurang bayar.

Jika masih ada kekurangan, Anda harus melunasinya melalui PPh 29.

Dengan kata lain, PPh 29 adalah pelunasan pajak di akhir periode.

Perbedaan Utama yang Perlu Anda Ingat

Agar lebih mudah memahami, Anda bisa melihat perbedaannya dari fungsi utama:

  • PPh 22 → dipungut saat transaksi barang (awal kegiatan)
  • PPh 23 → dipotong dari jasa atau penghasilan tertentu
  • PPh 25 → dibayar sebagai cicilan bulanan
  • PPh 29 → dibayar saat ada kekurangan di akhir tahun

Dengan memahami alur ini, Anda akan lebih mudah mengingat tanpa harus menghafal.

Kenapa Banyak Wajib Pajak Sering Tertukar?

Banyak orang tertukar karena angka pasalnya terlihat mirip.

Selain itu, istilah “dipotong”, “dipungut”, dan “dibayar sendiri” sering membingungkan.

Padahal, jika Anda fokus pada waktu dan mekanismenya, perbedaannya akan terlihat jelas.

Hot this week

Cara Hitung Pajak Sewa Bangunan dan Tanah: Jangan Sampai Salah Hitung dan Rugi!

Cara hitung pajak sewa bangunan dan tanah sering membuat...

Kewajiban Pajak untuk Koperasi Merah Putih: Panduan Lengkap agar Koperasi Tumbuh Sehat dan Patuh Sejak Awal

Koperasi selalu memiliki tempat istimewa dalam perekonomian Indonesia. Berbeda...

Kelebihan Bayar PPh Final UMKM? Begini Cara Ajukan Restitusi di Coretax

Banyak pelaku UMKM sering tidak sadar sudah membayar pajak...

Jangan Salah Catat! Ini Perlakuan Akuntansi PPh Badan dan Dampaknya pada Laporan Keuangan

Banyak perusahaan fokus menghitung pajak, tetapi belum tentu memahami...

TER PPh 21: Peluang Baru atau Tantangan? Ini yang Perlu Dipahami Wajib Pajak Orang Pribadi

Perubahan cara menghitung pajak sering membuat banyak orang bingung....

Topics

Cara Hitung Pajak Sewa Bangunan dan Tanah: Jangan Sampai Salah Hitung dan Rugi!

Cara hitung pajak sewa bangunan dan tanah sering membuat...

Kewajiban Pajak untuk Koperasi Merah Putih: Panduan Lengkap agar Koperasi Tumbuh Sehat dan Patuh Sejak Awal

Koperasi selalu memiliki tempat istimewa dalam perekonomian Indonesia. Berbeda...

Kelebihan Bayar PPh Final UMKM? Begini Cara Ajukan Restitusi di Coretax

Banyak pelaku UMKM sering tidak sadar sudah membayar pajak...

Jangan Salah Catat! Ini Perlakuan Akuntansi PPh Badan dan Dampaknya pada Laporan Keuangan

Banyak perusahaan fokus menghitung pajak, tetapi belum tentu memahami...

TER PPh 21: Peluang Baru atau Tantangan? Ini yang Perlu Dipahami Wajib Pajak Orang Pribadi

Perubahan cara menghitung pajak sering membuat banyak orang bingung....

Kesalahan Fatal dalam Pemotongan PPh 21 yang Sering Terjadi

Di banyak perusahaan, PPh Pasal 21 sering dianggap sebagai...

Jenis Kode Faktur Pajak Sesuai Aturan Terbaru 2026

Daftar isiApa itu Faktur PajakPoin Penting Faktur PajakApa Itu...

Cara Menghindari Sanksi Pajak: Strategi Aman agar Badan Usaha Tetap Patuh

Banyak pemilik usaha fokus mengembangkan bisnis. Mereka mengejar penjualan,...

Related Articles

Popular Categories