Jumat, April 10, 2026
23.4 C
Indonesia

Pajak THR: Kenapa Potongan Terasa Lebih Besar? Ini Penjelasan Sebenarnya

Banyak karyawan kaget saat menerima THR. Mereka melihat potongan pajak yang terasa lebih besar dari biasanya. Bahkan, ada yang langsung mengira pemerintah mengenakan tarif pajak sangat tinggi.

Padahal, kondisi ini tidak sesederhana itu.

Sebelum Anda menyimpulkan terlalu jauh, Anda perlu memahami cara kerja pajak pada THR.

Kenapa Pajak THR Terlihat Lebih Besar?

Saat perusahaan membayar THR, mereka tidak menghitung pajak secara terpisah. Mereka langsung menggabungkan THR dengan gaji bulanan Anda.

Akibatnya, total penghasilan dalam satu bulan meningkat cukup signifikan. Ketika angka ini naik, sistem pajak otomatis menggunakan tarif yang lebih tinggi.

Inilah yang membuat potongan pajak terlihat besar.

Namun, kondisi ini hanya terjadi pada bulan saat THR dibayarkan. Setelah itu, perhitungan pajak akan kembali normal.

Bukan Semua Orang Kena Tarif Tinggi

Banyak orang salah paham karena melihat angka tarif tinggi seperti 34%. Mereka mengira semua karyawan terkena tarif tersebut.

Padahal, sistem pajak Indonesia menggunakan tarif progresif. Artinya, tarif pajak meningkat seiring kenaikan penghasilan.

Tarif tertinggi hanya berlaku untuk kelompok dengan penghasilan sangat besar. Jadi, jika penghasilan Anda masih dalam kategori menengah, Anda tidak akan terkena tarif maksimal.

Sistem Pajak Menghitung Secara Tahunan

Perlu Anda ingat, pajak penghasilan tidak hanya melihat satu bulan. Sistem pajak menghitung kewajiban Anda dalam satu tahun penuh.

Saat perusahaan memotong pajak THR, mereka hanya menyesuaikan perhitungan sementara berdasarkan penghasilan bulan tersebut.

Nantinya, saat Anda melaporkan SPT Tahunan, sistem akan menghitung ulang seluruh penghasilan Anda. Jika ada kelebihan potong, Anda bisa mengompensasikannya.

Jadi, Apakah Anda Rugi?

Banyak orang merasa dirugikan karena potongan pajak terlihat besar saat THR cair. Namun, sebenarnya Anda tidak membayar pajak lebih mahal.

Sistem hanya mengatur waktu pemotongan agar sesuai dengan total penghasilan Anda dalam setahun.

Dengan kata lain, jumlah pajak yang Anda bayarkan tetap sama. Hanya cara pemotongannya yang terlihat berbeda.

Hot this week

Zakat Pengurang Pajak: Benarkah Bisa Mengurangi Pajak? Ini Cara Cerdasnya

Selama ini, banyak orang memisahkan zakat dan pajak. Mereka...

Jenis-Jenis Pajak di Indonesia: Panduan Sederhana yang Wajib Dipahami Setiap Wajib Pajak

Banyak orang membayar pajak setiap tahun. Namun, tidak semua...

Tarif PPh Umum UMKM: Jangan Langsung Pakai! Ini Kewajiban Lapor ke DJP yang Sering Terlewat

Banyak pelaku UMKM mulai mempertimbangkan beralih dari tarif PPh...

Pajak Ekonomi Digital: Panduan Praktis untuk Konten Kreator dan Freelancer agar Tetap Aman dari Pajak

Dunia kerja terus berubah. Banyak orang kini menghasilkan uang...

Cara Mudah Membuat Kode Billing Angsuran PPh Pasal 25 Badan di Coretax — Panduan Lengkap & Praktis untuk Admin Keuangan

Banyak perusahaan merasa sudah patuh pajak, tetapi justru tersandung...

Topics

Related Articles

Popular Categories