Minggu, Februari 22, 2026
27.8 C
Indonesia

Kabar Gembira! Rumah Subsidi Bebas PPN Sesuai PP No. 49 Tahun 2022

Bayangkan Anda baru saja menikah. Tabungan tidak seberapa, tapi impian memiliki rumah sendiri begitu besar. Pertanyaan yang sering muncul adalah: “Mampukah saya membeli rumah dengan gaji pas-pasan?”

Di tengah harga properti yang terus naik, hadir sebuah kabar baik: Rumah subsidi kini bebas PPN!
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022, tepatnya Pasal 6 ayat (2) huruf i.

Artinya, membeli rumah sederhana atau rumah subsidi tidak lagi dibebani Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, ini adalah pintu besar menuju hunian impian.

Dasar Hukum Rumah Subsidi Bebas PPN

Peraturan ini memiliki landasan kuat:

  • PP Nomor 49 Tahun 2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  • Pasal 6 ayat (2) huruf i menyebutkan bahwa penyerahan rumah sederhana, rumah sangat sederhana, rumah susun sederhana, dan rumah khusus yang memenuhi kriteria tertentu dikecualikan dari pengenaan PPN.

Dengan kata lain, ketika Anda membeli rumah subsidi yang masuk kategori tersebut, Anda tidak perlu membayar PPN 11% dari harga jual rumah.

Mengapa Rumah Subsidi Dibebaskan dari PPN?

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin:

  1. Meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
  2. Mengurangi beban biaya dalam proses membeli rumah.
  3. Mendukung program sejuta rumah agar backlog perumahan di Indonesia semakin berkurang.

Bayangkan, tanpa PPN, harga rumah subsidi bisa lebih terjangkau jutaan rupiah.

Cerita Nyata: Beli Rumah Tanpa PPN

Rina, seorang pegawai swasta dengan gaji Rp4 juta per bulan, bermimpi memiliki rumah sendiri. Setelah menabung selama 2 tahun, ia akhirnya bisa membeli rumah subsidi seharga Rp168 juta.

  • Jika rumah ini dikenai PPN 11%, maka tambahan pajak yang harus dibayar adalah:
    Rp168.000.000 × 11% = Rp18.480.000
  • Namun, berkat bebas PPN, Rina tidak perlu membayar biaya ekstra tersebut.
    Ia hanya membayar harga rumah sesuai ketentuan, plus biaya administrasi kecil lain.

“Bayangkan kalau saya harus bayar PPN hampir Rp19 juta. Tabungan saya bisa jebol! Untung ada kebijakan rumah subsidi bebas PPN ini,” kata Rina sambil tersenyum lega.

Apa Itu Rumah Subsidi?

Rumah subsidi adalah rumah yang harganya sudah ditetapkan pemerintah dengan tujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Ciri-cirinya:

  • Harga jual ditentukan pemerintah.
  • Spesifikasi standar (luas tanah dan bangunan terbatas).
  • Bisa mendapatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan bunga rendah.
  • Dibangun oleh pengembang yang sudah bekerja sama dengan pemerintah.

Jenis rumah subsidi yang bebas PPN sesuai PP 49/2022:

  • Rumah sederhana.
  • Rumah sangat sederhana.
  • Rumah susun sederhana (rusunami).
  • Rumah khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Syarat Mendapatkan Rumah Subsidi Bebas PPN

Tidak semua orang bisa menikmati fasilitas ini. Ada beberapa syarat utama:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Berpenghasilan sesuai ketentuan MBR (umumnya gaji maksimal Rp8 juta per bulan untuk rumah tapak, Rp10 juta per bulan untuk rusunami).
  3. Belum pernah memiliki rumah sebelumnya.
  4. Menggunakan untuk hunian pribadi, bukan investasi.

Manfaat Nyata Rumah Subsidi Bebas PPN

  1. Harga Lebih Murah → tanpa tambahan PPN 11%.
  2. Meringankan cicilan KPR → karena harga pokok rumah lebih rendah.
  3. Akses lebih mudah bagi MBR → mendukung kesejahteraan masyarakat.
  4. Meningkatkan kepemilikan rumah → mengurangi backlog perumahan nasional.

Kesimpulan

Kebijakan Rumah Subsidi Bebas PPN sesuai PP No. 49 Tahun 2022 Pasal 6 ayat (2) huruf i adalah kabar gembira bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Kini, membeli rumah subsidi jadi lebih ringan tanpa beban pajak tambahan. Jadi, kalau Anda masih ragu untuk mengambil rumah subsidi, inilah saat terbaik untuk melangkah menuju hunian impian.

Hot this week

SPT Tahun Pajak dan Bagian Tahun Pajak: Memahami Perbedaannya agar Tidak Salah Lapor

Apa Itu SPT Tahun Pajak SPT Tahun Pajak merujuk pada...

Aturan Baru PPh Final UMKM Belum Terbit, Pelaku Usaha Harus Ambil Sikap Apa Sekarang

Ketidakpastian yang Membuat UMKM Bertanya Aturan baru PPh Final UMKM...

Aturan Baru PPh UMKM Belum Terbit, DJP Pastikan Pelaku Usaha Tetap Bisa Manfaatkan Fasilitas Pajak

Kepastian bagi UMKM di Tengah Penantian Regulasi Kabar mengenai aturan...

Batas Waktu Setor dan Lapor PPh Pasal 21: Pahami Jadwalnya, Hindari Sanksinya

Memahami Kewajiban Pemotong PPh Pasal 21 Setiap pemberi kerja memegang...

Bonus Karyawan dan Fasilitas PPh 21 DTP: Apa yang Perlu Diperhatikan Perusahaan

Bonus Datang, Pertanyaan Pajak Muncul Ketika perusahaan mencairkan bonus, tim...

Topics

Aturan Baru PPh Final UMKM Belum Terbit, Pelaku Usaha Harus Ambil Sikap Apa Sekarang

Ketidakpastian yang Membuat UMKM Bertanya Aturan baru PPh Final UMKM...

Aturan Baru PPh UMKM Belum Terbit, DJP Pastikan Pelaku Usaha Tetap Bisa Manfaatkan Fasilitas Pajak

Kepastian bagi UMKM di Tengah Penantian Regulasi Kabar mengenai aturan...

Batas Waktu Setor dan Lapor PPh Pasal 21: Pahami Jadwalnya, Hindari Sanksinya

Memahami Kewajiban Pemotong PPh Pasal 21 Setiap pemberi kerja memegang...

Bonus Karyawan dan Fasilitas PPh 21 DTP: Apa yang Perlu Diperhatikan Perusahaan

Bonus Datang, Pertanyaan Pajak Muncul Ketika perusahaan mencairkan bonus, tim...

Pembetulan Bukti Potong PPh 21: Syarat dan Cara Pembatalan yang Perlu Dipahami Perusahaan

Ketepatan Data Menentukan Kepatuhan Tim HR dan bagian pajak mengelola...

Formulir BPA1 Jadi Kunci: Pegawai Tetap Kini Bisa Cek Kurang atau Lebih Bayar PPh 21 Sendiri

Formulir BPA1 dan Transparansi PPh 21 Pegawai Tetap Formulir BPA1...

Related Articles

Popular Categories

[td_block_3]