Rabu, Mei 20, 2026
22.6 C
Indonesia

Pajak THR: Kenapa Potongan Terasa Lebih Besar? Ini Penjelasan Sebenarnya

Banyak karyawan kaget saat menerima THR. Mereka melihat potongan pajak yang terasa lebih besar dari biasanya. Bahkan, ada yang langsung mengira pemerintah mengenakan tarif pajak sangat tinggi.

Padahal, kondisi ini tidak sesederhana itu.

Sebelum Anda menyimpulkan terlalu jauh, Anda perlu memahami cara kerja pajak pada THR.

- Advertisement -

Kenapa Pajak THR Terlihat Lebih Besar?

Saat perusahaan membayar THR, mereka tidak menghitung pajak secara terpisah. Mereka langsung menggabungkan THR dengan gaji bulanan Anda.

Akibatnya, total penghasilan dalam satu bulan meningkat cukup signifikan. Ketika angka ini naik, sistem pajak otomatis menggunakan tarif yang lebih tinggi.

Inilah yang membuat potongan pajak terlihat besar.

Namun, kondisi ini hanya terjadi pada bulan saat THR dibayarkan. Setelah itu, perhitungan pajak akan kembali normal.

Bukan Semua Orang Kena Tarif Tinggi

Banyak orang salah paham karena melihat angka tarif tinggi seperti 34%. Mereka mengira semua karyawan terkena tarif tersebut.

Padahal, sistem pajak Indonesia menggunakan tarif progresif. Artinya, tarif pajak meningkat seiring kenaikan penghasilan.

Tarif tertinggi hanya berlaku untuk kelompok dengan penghasilan sangat besar. Jadi, jika penghasilan Anda masih dalam kategori menengah, Anda tidak akan terkena tarif maksimal.

Sistem Pajak Menghitung Secara Tahunan

Perlu Anda ingat, pajak penghasilan tidak hanya melihat satu bulan. Sistem pajak menghitung kewajiban Anda dalam satu tahun penuh.

Saat perusahaan memotong pajak THR, mereka hanya menyesuaikan perhitungan sementara berdasarkan penghasilan bulan tersebut.

Nantinya, saat Anda melaporkan SPT Tahunan, sistem akan menghitung ulang seluruh penghasilan Anda. Jika ada kelebihan potong, Anda bisa mengompensasikannya.

Jadi, Apakah Anda Rugi?

Banyak orang merasa dirugikan karena potongan pajak terlihat besar saat THR cair. Namun, sebenarnya Anda tidak membayar pajak lebih mahal.

Sistem hanya mengatur waktu pemotongan agar sesuai dengan total penghasilan Anda dalam setahun.

Dengan kata lain, jumlah pajak yang Anda bayarkan tetap sama. Hanya cara pemotongannya yang terlihat berbeda.

Hot this week

Denda Administratif Pajak: Apa Itu dan Cara Menghapusnya agar Tidak Membebani Anda

Apa itu denda administratif pajak dan cara mengurus penghapusannya...

Cara Bayar Pajak Kendaraan: Panduan Lengkap Tahunan & 5 Tahunan Tanpa Ribet

Prosedur bayar pajak kendaraan bermotor tahunan & 5 tahunan...

Pajak Orang Kaya Meningkat! Jumlah Wajib Pajak Tarif Tertinggi Naik, Ini Artinya

Dalam beberapa tahun terakhir, arah kebijakan pajak di Indonesia...

PPh Pasal 4 Ayat 2 (Pajak Final): Kenali Aturan, Tarif, dan Contohnya dengan Mudah

Mengenal PPh Pasal 4 Ayat 2 (Pajak Final) sangat...

Pajak Bunga Deposito dan Tabungan: Aturan, Tarif, dan Cara Kerjanya yang Wajib Anda Tahu

Mengenal aturan pajak bunga deposito dan tabungan penting bagi...

Topics

Denda Administratif Pajak: Apa Itu dan Cara Menghapusnya agar Tidak Membebani Anda

Apa itu denda administratif pajak dan cara mengurus penghapusannya...

Cara Bayar Pajak Kendaraan: Panduan Lengkap Tahunan & 5 Tahunan Tanpa Ribet

Prosedur bayar pajak kendaraan bermotor tahunan & 5 tahunan...

Pajak Orang Kaya Meningkat! Jumlah Wajib Pajak Tarif Tertinggi Naik, Ini Artinya

Dalam beberapa tahun terakhir, arah kebijakan pajak di Indonesia...

Pajak Bunga Deposito dan Tabungan: Aturan, Tarif, dan Cara Kerjanya yang Wajib Anda Tahu

Mengenal aturan pajak bunga deposito dan tabungan penting bagi...

Keringanan PBB: Syarat dan Cara Mengajukannya agar Beban Pajak Lebih Ringan

Syarat dan cara pengajuan keringanan PBB sering dicari oleh...

NJOP vs Harga Pasar Properti: Jangan Sampai Salah Paham Saat Jual Beli Rumah!

Perbedaan NJOP dan harga pasar dalam transaksi properti sering...

Sudah Terlanjur Dipotong Pajak Non final? Tenang, UMKM Bisa Ajukan Pengembalian

Banyak pelaku UMKM merasa bingung saat melihat pajak yang...

Related Articles

Popular Categories