Jumat, April 3, 2026
26.6 C
Indonesia

PPh Final vs PPh Tidak Final: Jangan Sampai Salah Pilih, Ini Perbedaan dan Waktu Berlakunya

Banyak wajib pajak masih bingung ketika mendengar istilah PPh Final dan PPh Tidak Final. Keduanya memang sama-sama pajak penghasilan, tetapi cara menghitungnya berbeda jauh.

Jika Anda tidak memahami perbedaannya, Anda bisa salah mengambil keputusan. Akibatnya, Anda mungkin membayar pajak terlalu besar atau justru menghadapi risiko sanksi.

Karena itu, Anda perlu memahami konsep ini sejak awal.

Apa Itu PPh Final?

PPh Final merupakan pajak penghasilan yang langsung selesai saat Anda membayarnya. Setelah itu, Anda tidak perlu menghitung ulang dalam SPT Tahunan.

Anda cukup menghitung pajak berdasarkan nilai bruto atau omzet. Karena itu, skema ini terasa lebih sederhana.

Sebagai contoh, pelaku UMKM bisa menggunakan tarif 0,5% dari omzet. Selain itu, penghasilan dari sewa tanah dan bangunan juga menggunakan skema ini.

Dengan sistem yang praktis, banyak wajib pajak merasa lebih mudah mengelolanya.

Apa Itu PPh Tidak Final?

Berbeda dengan PPh Final, PPh Tidak Final mengharuskan Anda menghitung pajak secara menyeluruh.

Anda perlu menghitung laba bersih terlebih dahulu. Setelah itu, Anda menghitung pajak sesuai tarif yang berlaku.

Pajak yang Anda bayarkan sebelumnya akan menjadi kredit pajak dalam SPT Tahunan.

Karena itu, Anda perlu pencatatan keuangan yang rapi agar hasil perhitungan akurat.

Perbedaan Utama yang Perlu Anda Pahami

Perbedaan utama terletak pada cara perhitungan dan penyelesaian pajak.

PPh Final menggunakan dasar penghasilan bruto dan selesai saat dibayar. Sementara itu, PPh Tidak Final menggunakan laba bersih dan tetap masuk dalam perhitungan tahunan.

Selain itu, PPh Final menawarkan kemudahan. Namun, PPh Tidak Final memberi fleksibilitas karena Anda bisa mengurangi penghasilan dengan biaya.

Karena itu, Anda perlu memilih dengan cermat.

Kapan PPh Final Berlaku?

PPh Final berlaku pada jenis penghasilan tertentu yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Misalnya, pelaku UMKM dengan omzet tertentu bisa menggunakan tarif final 0,5%. Selain itu, penghasilan dari bunga deposito, hadiah undian, dan transaksi properti juga termasuk PPh Final.

Biasanya, pemerintah menerapkan skema ini untuk menyederhanakan administrasi pajak.

Kapan PPh Tidak Final Digunakan?

Sebaliknya, PPh Tidak Final berlaku untuk sebagian besar penghasilan.

Jika Anda bekerja sebagai karyawan, Anda akan dikenai PPh Tidak Final. Begitu juga jika Anda menjalankan usaha yang sudah berkembang.

Dalam skema ini, Anda harus menghitung laba bersih terlebih dahulu. Setelah itu, Anda menghitung pajak sesuai tarif progresif atau tarif badan.

Karena itu, Anda perlu pencatatan keuangan yang lebih rapi.

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Pertanyaan ini sering muncul, tetapi jawabannya tidak selalu sama.

Jika Anda menginginkan kemudahan, PPh Final bisa menjadi pilihan yang tepat. Anda tidak perlu menghitung biaya atau membuat laporan yang rumit.

Namun, jika biaya usaha Anda cukup besar, PPh Tidak Final bisa lebih menguntungkan. Anda bisa mengurangi penghasilan kena pajak dengan biaya tersebut.

Karena itu, Anda perlu menyesuaikan pilihan dengan kondisi usaha Anda.

Hot this week

PPh Badan vs PPh Orang Pribadi: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis Anda?

Saat usaha mulai berkembang, banyak pelaku bisnis mulai menghadapi...

Jangan Sampai Rugi! Ini Biaya yang Boleh dan Tidak Boleh Dikurangkan dari PPh Badan

Banyak pengusaha sibuk mengejar omzet dan laba. Namun, tidak...

Kabar Gembira! Penghapusan Sanksi Keterlambatan SPT Tahunan OP 2025: Panduan Kebijakan KEP-55/PJ/2026

Relaksasi Pajak 2026: Mengapa Ada Kebijakan Penghapusan Sanksi? Pemerintah baru...

Mengapa Memahami Objek PPh Itu Penting bagi Keuangan Anda?

Sebagai praktisi perpajakan, pertanyaan yang paling sering kami temui...

Memahami Siapa Saja yang Menjadi Subjek Pajak di Indonesia

Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah setiap orang yang tinggal di...

Topics

PPh Badan vs PPh Orang Pribadi: Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis Anda?

Saat usaha mulai berkembang, banyak pelaku bisnis mulai menghadapi...

Jangan Sampai Rugi! Ini Biaya yang Boleh dan Tidak Boleh Dikurangkan dari PPh Badan

Banyak pengusaha sibuk mengejar omzet dan laba. Namun, tidak...

Kabar Gembira! Penghapusan Sanksi Keterlambatan SPT Tahunan OP 2025: Panduan Kebijakan KEP-55/PJ/2026

Relaksasi Pajak 2026: Mengapa Ada Kebijakan Penghapusan Sanksi? Pemerintah baru...

Mengapa Memahami Objek PPh Itu Penting bagi Keuangan Anda?

Sebagai praktisi perpajakan, pertanyaan yang paling sering kami temui...

Memahami Siapa Saja yang Menjadi Subjek Pajak di Indonesia

Pernahkah Anda bertanya-tanya, apakah setiap orang yang tinggal di...

PKP Adalah Kunci Bisnis Naik Level: Kapan Harus Dikukuhkan dan Apa Dampaknya?

Banyak pelaku usaha fokus pada penjualan, tetapi sering mengabaikan...

PPh 21 DTP Magang Nasional: Peserta Terima Penghasilan Tanpa Potongan Pajak

Dukungan Nyata untuk Peserta Magang Nasional Kebijakan fiskal tidak hanya...

Related Articles

Popular Categories