Banyak pengusaha sibuk mengejar omzet dan laba. Namun, tidak semua memperhatikan cara menghitung pajak dengan benar.
Padahal, Anda bisa menekan beban pajak secara legal jika memahami pengelolaan biaya.
Kesalahan kecil dalam mencatat biaya bisa berdampak besar. Anda bisa membayar pajak lebih tinggi atau bahkan menghadapi koreksi saat pemeriksaan.
Karena itu, Anda perlu memahami dengan jelas mana biaya yang bisa mengurangi pajak dan mana yang tidak.
Apa Itu Biaya yang Dapat Dikurangkan?
Dalam perpajakan, Anda hanya bisa mengakui biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
Biaya tersebut harus membantu Anda mendapatkan, menagih, dan mempertahankan penghasilan.
Jika suatu pengeluaran memenuhi syarat ini, Anda bisa langsung menguranginya dari penghasilan bruto. Dengan begitu, jumlah pajak yang harus Anda bayar akan lebih kecil.
Biaya yang Boleh Dikurangkan dari PPh Badan
Anda bisa memanfaatkan banyak jenis biaya untuk menekan pajak.
Anda dapat memasukkan biaya operasional seperti gaji karyawan, listrik, air, dan sewa kantor. Selain itu, Anda juga bisa mencatat biaya bahan baku dan produksi.
Selanjutnya, Anda bisa mengakui biaya pemasaran seperti iklan dan promosi. Anda juga dapat memasukkan biaya transportasi dan perjalanan dinas selama terkait dengan usaha.
Tidak hanya itu, Anda juga bisa menghitung penyusutan aset seperti kendaraan, mesin, atau peralatan kerja.
Dengan pencatatan yang rapi, Anda bisa memaksimalkan pengurangan pajak tanpa melanggar aturan.
Biaya yang Tidak Boleh Dikurangkan
Di sisi lain, Anda tidak bisa memasukkan semua pengeluaran sebagai biaya.
Anda tidak boleh mencampurkan pengeluaran pribadi ke dalam laporan usaha. Misalnya, Anda menggunakan uang perusahaan untuk kebutuhan pribadi, maka Anda tidak bisa mengakuinya sebagai biaya.
Selain itu, Anda juga tidak bisa memasukkan biaya yang tidak berkaitan dengan usaha.
Anda juga tidak boleh mengakui denda pajak sebagai biaya. Begitu pula dengan pembagian laba atau dividen.
Jika Anda tidak memiliki bukti transaksi yang jelas, Anda juga sebaiknya tidak memasukkan biaya tersebut.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pengusaha
Banyak pengusaha masih mencampur keuangan pribadi dengan bisnis. Akibatnya, mereka memasukkan biaya yang sebenarnya tidak relevan.
Selain itu, sebagian pengusaha tidak menyimpan bukti transaksi dengan baik. Padahal, bukti tersebut sangat penting saat pelaporan.
Ada juga yang menganggap semua pengeluaran bisa mengurangi pajak. Padahal, aturan pajak memiliki batasan yang tegas.
Karena itu, Anda perlu lebih disiplin dalam mencatat dan memahami aturan.
Cara Aman Mengelola Biaya Usaha
Anda bisa mulai dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis.
Setelah itu, Anda perlu mencatat setiap transaksi secara rutin. Jangan lupa untuk menyimpan semua bukti pembayaran.
Selanjutnya, pastikan setiap biaya benar-benar berkaitan dengan kegiatan usaha.
Jika Anda merasa ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan ahli pajak agar tidak mengambil langkah yang salah.
