Banyak orang mengira semua penghasilan pasti kena pajak. Setiap menerima uang, mereka langsung berpikir ada kewajiban pajak di baliknya. Padahal, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat.
Sebenarnya, aturan pajak sudah membedakan jenis penghasilan secara jelas. Karena itu, Anda tidak perlu membayar pajak atas semua penghasilan.
Jika Anda memahami perbedaannya, Anda bisa mengelola pajak dengan lebih tepat. Selain itu, Anda juga bisa menghindari kesalahan saat melaporkan SPT.
Apa Itu Objek PPh?
Objek PPh mencakup setiap tambahan kemampuan ekonomis yang Anda terima. Penghasilan ini bisa berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Dengan kata lain, setiap penghasilan yang menambah kekayaan Anda biasanya masuk objek pajak.
Misalnya, Anda menerima gaji dari pekerjaan. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan bonus, honorarium, atau keuntungan usaha. Semua itu termasuk objek PPh.
Di sisi lain, penghasilan dari investasi seperti bunga, dividen, dan royalti juga masuk kategori ini. Oleh karena itu, Anda perlu memperhitungkannya dengan cermat.
Penghasilan yang Termasuk Objek PPh
Anda akan menemukan banyak jenis penghasilan yang masuk kategori objek pajak.
Gaji dan tunjangan dari pekerjaan jelas termasuk objek PPh. Penghasilan dari usaha atau profesi juga masuk dalam kategori ini.
Selain itu, Anda juga perlu menghitung penghasilan dari sewa, hadiah, dan penjualan aset. Semua penghasilan tersebut berpotensi dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan memahami jenis-jenis ini, Anda bisa menghindari kekeliruan saat menghitung pajak.
Apa Itu Bukan Objek PPh?
Tidak semua uang yang Anda terima harus Anda laporkan sebagai objek pajak.
Undang-undang secara tegas mengecualikan beberapa jenis penghasilan. Anda tidak perlu membayar pajak atas penghasilan tersebut.
Jenis penghasilan ini dikenal sebagai bukan objek PPh.
Penghasilan yang Bukan Objek PPh
Anda bisa menemukan beberapa contoh penghasilan yang tidak dikenai pajak.
Warisan menjadi contoh paling umum. Ketika Anda menerima warisan, Anda tidak perlu membayar PPh atas nilai tersebut.
Selain itu, hibah tertentu juga tidak dikenai pajak selama memenuhi syarat yang berlaku. Bantuan atau sumbangan juga termasuk kategori ini, selama tidak berkaitan dengan kegiatan usaha.
Dengan memahami hal ini, Anda bisa menghindari kesalahan saat melaporkan pajak.
Kenapa Anda Perlu Memahami Perbedaannya?
Banyak wajib pajak melakukan kesalahan karena mereka tidak memahami batas antara objek dan bukan objek pajak.
Sebagian orang melaporkan semua penghasilan, padahal tidak semuanya wajib dikenai pajak. Sebaliknya, ada juga yang tidak melaporkan penghasilan yang sebenarnya termasuk objek pajak.
Kedua kondisi ini bisa merugikan Anda.
Jika Anda melaporkan terlalu banyak, Anda bisa membayar pajak lebih besar dari yang seharusnya. Namun, jika Anda melaporkan terlalu sedikit, Anda berisiko terkena sanksi.
Cara Mengelola Penghasilan dengan Lebih Tepat
Anda perlu mengidentifikasi setiap jenis penghasilan yang Anda terima.
Pisahkan penghasilan yang termasuk objek pajak dan yang bukan. Setelah itu, Anda bisa menghitung kewajiban pajak dengan lebih akurat.
Jika Anda merasa ragu, Anda bisa meminta bantuan ahli pajak. Dengan langkah ini, Anda bisa memastikan semua perhitungan sudah sesuai aturan.

